Sunday, 8 February 2015

Brief Meeting


Brief Meeting

 Story with Bias

Perasaanku sekarang masih sama seperti saat kita saling menatap. Kenangan itu selalu melekat erat dalam ingatanku. Saat kau ucapkan semua yang ada dalam hatimu, begitu pun aku. Kita bagai dua orang yang sedang berbicara pada sebuah buku diary, tak ada yang kami tutupi. Seakan bumi menjadi saksinya, angin yang berhembus menambah keramaian di kala itu. Aku menatap dalam matamu, sangat jernih. Setelahnya , kau biakan tubuh ini mendekatimu, ya sangat dekat sehingga tak ada jarak satu millimeter pun diantara kita, kau memeluku erat. Detik berikutnya, kau melepaskan pelukan hangat itu.  Tak banyak kalimat yang kami ungkapkan namun kami bisa berbicara lewat mata. Kadang suasana begitu hening, tiba-tiba kami saling menatap secara bersamaan yang dilanjutkan dengan saling menyapa senyuman. Angin yang berhembus semakin tak teratur, kau sesekali merapikan rambutku yang terhelai tak beraturan karena tertiup angin. Saat kau ucapkan kata “aku harus pergi sekarang”. Kata yang paling tidak ingin ku dengar saat itu, aku hanya diam tak merespon apa yang kau ucapkan. Tangan yang kuletakan di atas tempat duduk itu kau genggam dengan erat, kau merendahkan tubuhmu tepat didepanku. Saat itulah aku sangat ingin menatapmu , lagi. Namun aku takut, aku sangat takut jika aku tak bisa menahannya pergi jika aku menatapnya. Aku putuskan untuk menundukkan kepalaku, menyembunyikan butiran bening yang sedari tadi aku tahan. “Pergilah !!” aku tak menyadari mengapa kalimat itu bisa terucap dari bibirku. Genggaman tanganmu semakin erat. Aku mencoba mengatur seluruh perasaan yang ada di dalam hatiku. tanganku yang tak kau genggam kemudian membalas genggamanmu. Meyakinkanmu bahwa aku akan baik-baik saja. Ada ruang kelegaan dalam sorot matamu, kau kemudian beranjak bangun. “jaga dirimu baik-baik, aku akan mengirimmu pesan jika aku sudah sampai”. Kau mengecup singkat puncak kepalaku mungkin itu sebagai tanda bahwa kami akan berpisah karena setelahnya kau beranjak pergi, semakin jauh melangkah meninggalkan tempat itu. Air bening yang sedari tadi aku tahan , mengalir deras mengiringi kepergianmu di dalam keheningan dan hembusan angin di tempat itu.


Aku tak menyesal telah mengenalmu. sungguh! menegenalmu adalah hal paling indah dalam hidupku. Dalam hidup tak selamanya berjalan seperti apa yang kita harapkan, aku menyadari itu. Hanya satu penyesalan yang tak kunjung menghilang sampai sekarang. Aku tak menatapmu lagi, melihat mata jernih yang kau miliki pada saat kami bertemu dulu. Saat mendengar kabar bahwa tak ada yang selamat dalam kecelakaan itu, Aku hanya bisa diam. Aku pun heran, karena tak setetes pun air dari dalam mataku keluar. Tim yang datang kerumahmu, membawa beberapa barang yang kau bawa saat itu. Aku masih menyimpan semuanya, termasuk ponsel yang kau bawa. Ada sebuah pesan yang setiap hari tak akan pernah lupa aku baca.

Korea selatan sangat indah…
Namun semuanya seakan tertutup karena kau tidak ada disini
Beberapa jam mewelati perjalanan, aku merasa ada rasa aneh dalam diriku
Aku merindukanmu ..
Mungkin penyesalan terbesar dalam hidupku adalah meninggalkanmu pergi
Kau tak perlu khawatir , aku akan baik-baik saja disini kau pun harus baik-baik saja disana
Hanya 2 tahunn .. ya 2 tahun aku disini
Setelah itu aku akan bergegas kembali
Melihatmu .. aku berjanji <3


Ya pesan itu tersimpan di draft ponsel yang kau miliki. Belum sempat terkirim, mungkin kau membuatnya terlebih dahulu agar setelah sampai kau bisa langsung mengirimnya. Kadang saat membaca pesan itu, ada rasa benci yang keluar dalam benakku. Kau mengingkari janji yang telah kau buat, bukankah kau sudah berjanji akan kembali ? . Tentu saja kebencianku bukanlah kebencian yang sebenarnya, aku tahu itu hanyalah bentuk ketidaksiapanku kehilanganmu. Air mata juga selalu setia menemani saat aku membaca pesan itu. Setidaknya aku mempunyai sebuah kenangan darimu, pesan yang tersimpan di draft itu. Dan kau … adalah kenangan terindah dalam hidupku.



Artikel Terkait

Brief Meeting
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email